Gangguan telinga

16 Macam Penyakit dan Gangguan Telinga

Gangguan telinga

Gangguan telinga memiliki beberapa macam dan perlu Anda waspadai supaya tidak mengganggu kesibukan sehar-hari. Apa saja? Simak pembahasannya berikut ini.

Telinga adalah organ penting yang harus Anda perhatikan kesehatannya. Jika telinga Anda mengalami gangguan pendengaran tentu saja akan berdampak pada kesibukan Anda sehari-hari.

Perhatikan, berikut ini macam-macam gangguan telinga yang bisa menggangu pendengaran Anda.

Baca juga : Bagian Telinga Manusia Dan Fungsi Pendengarannya

Macam – Macam Gangguan Telinga

1. Tinnitus

Tinnitus merupakan gangguan telinga yang membuat orang yang mengalaminya seolah mendengar suara yang mendengung, menderu, atau mendesis. Kondisi ini bisa terjadi pada seseorang secara terus menerus atau hilang dan muncul lagi.

Walaupun tingkat suara berbeda pada penderitanya, namun kebanyakan suara-suara yang terdengar ini tidak jelas dan cukup menggangu. Penyakit ini dapat terjadi pada salah satu bagian telinga saja.

Faktanya, tinnitus hanya sebuah gejala dari suatu masalah kesehatan yang mendasarinya. Jadi, jika Anda merasakan gangguan ini, segera cek telinga Anda oleh dokter Anda agar penyebabnya dapat ditemukan dan diobati.

Baca juga : Telinga Berdenging, Inilah 8 Penyebabnya

2. Infeksi Telinga

Salah satu gangguan telinga yang paling sering terjadi adalah infeksi telinga. Infeksi tersebut bisa diakibatkan oleh adanya bakteri, kuman, hingga virus yang menginfeksi bagian telinga dari mulai telinga luar, tengah, hingga dalam.

Infeksi telinga luar sering kali terjadi pada anak-anak karena faktor kebersihan yang kurang terjaga, terutama cara membersihkan telinga yang tidak maksimal. Selain itu juga dipengaruhi oleh struktur anatomi telinga yang masih belum sempurna.

3. Sumbatan Telinga

Kotoran telinga atau serumen diproduksi oleh kelenjar di dalam telinga secara alami. Tetapi jika serumen berlebihan dan bertumpuk akan mengakibatkan terjadinya sumbatan. Kondisi tersebut tentu saja bisa mengganggu pendengaran.

Perlu diperhatikan bahwa cara membersihkan telinga dengan cotton bud yang salah juga bisa berpotensi mendorong serumen semakin ke dalam. Oleh karena itu, bersihkan kotoran telinga secara benar. Untuk hasil pembersihan yang lebih optimal, sebaiknya Anda periksa ke dokter THT terdekat Anda.

4. Otitis Eksterna

Otitis eksterna atau dikenal dengan istilah swimmer’s ear ialah infeksi telinga bagian terluar yang penyebabnya secara umum adalah infeksi bakteri. Orang yang mengalami gangguan telinga ini dapat merasakan gatal dan tampak merah pada lubang telinga, sakit daun telinga jika ditarik, keluar cairan dari dalam telinga, merasakan penuh di telinga, demam, dan gangguan pendengaran.

5. Otitis Media

Jika terjadi peradangan pada bagian gendang telinga ini ditimbulkan oleh adanya reaksi peradangan pada infeksi otitis media. Diantara gejala yang muncul mirip seperti otitis ekterna, yaitu demam, rasa penuh di telinga, keluar cairan dari telinga, dan gangguan pada pendengaran.

Jika Anda mengalami infeksi ini segera hubungi dokter THT untuk segera dilakukan penanganan.

6. Otitis Interna

Otitis interna ialah ganggaun telinga bagian dalam yang sering terjadi pada labirin membran dengan gejala yang muncul seperti vertigo, muntah, berdengung, mual, dan gangguan pendengaran.

Sebenarnya penyakit ini bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Seandainya diperlukan, Anda sebaiknya menemui dokter untuk mendapatkan pengobatan gejala tersebut.

7. Meniere

Meniere adalah penyakit dengan kondisi kronis yang menyerang telinga bagian dalam hingga sistem vestibular yang menjaga keseimbangan.

Penyakit juga dapat menyebabkan tinnitus (telinga berdengung), terganggunya keseimbangan, dan vertigo. Jika penyakit meniere sudah sangat parah, dokter perlu melakukan operasi untuk penyembuhannya.

8. Mastoiditis

Mastoiditis ialah infeksi telinga yang disebabkan oleh bakteri yang terjadi pada mastoid atau tulang belakang telinga.

Waspadai, penyakit ini merupakan jenis infeksi telinga yang serius. Untuk mengobatinya, perlu memakai antibiotik dan jika tidak kunjung sembuh, pembedahan menjadi pilihan lanjutan.

9. Otosklerosis

Otosklerosis ialah penyakit yang menggangu fungsi pendengaran manusia. Penyakit otosklerosis banyak terjadi karena faktor genetik (keturunan). Penyakit ini disebabkan oleh adanya penumpukan jaringan seperti tulang di sekitar telinga tengah dan telinga dalam.

10. Barotrauma

Barotrauma ialah cedera akibat perubahan tekanan pada telinga. Biasanya kondisi ini muncul ketika naik pesawat dan menyelam.

Gejala barotrauma dapat dirasakan seperti telinga penuh, sakit kepala, nyeri telinga, gangguan pendengaran, vertigo, mimisan, dan kehilangan pendengaran.

Untuk mengatasinya, lakukan manuver valsava, yaitu dengan cara menutup hidung dan mulut, kemudian buang napas perlahan supaya udara dapat masuk ke bagian belakang hidung.

11. Kanker Telinga

Kanker telinga umumnya menyerang kulit bagian luar yang ditandai dengana adanya berupa luka koreng hingga bertahun-tahun.

Jika kanker terjadi pada bagian liang telinga dapat mengakibatkan cairan keluar dari lubang telinga dan mengganggu pendengaran. Sementara itu, jika kanker terjadi pada telinga tengah gejalanya berupa kelumpuhan pada wajah, gangguan pendengaran, keluar cairan disertai darah dari telinga bagian dalam.

12. Tuli Konduksi

Penyebab penyakit tuli konduksi adalah pecahnya membran timpani, penyumbatan saluran telinga. Akibatnya, telinga tidak dapat mendengar karena adanya gangguan pada pengantar getaran suara.

Untuk mengatasinya, keluarkan dan bersihkan kotoran yang pada bagian dalam telinga dengan cairan khusus pengencer kotoran yang mengeras. Agar penanganan dilakukan secara tepat dan aman, hubungi dokter spesialis THT terdekat Anda.

13. Neuroma Akustikus

Neuroma Akustikus ialah penyakit telinga tumor jinak yang menyerang saraf penghubung telinga dalam dengan otak. Penderitanya dapat mengalami pusing, gangguan pendengaran, mati rasa, hilang keseimbangan, kesemutan pada sisi wajah hingga sulit menelan.

14. Othematoma

Othematoma atau hematoma aurikala ialah penyakit telinga yang menyerang daun telinga. Penyakit ini terjadi karena adanya cedera pendarahan pada daun telinga yang menumpuk pada celah antara kulit dan tulang rawan.

Cara utama pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan mengeluarkan darah dari daun telinga agar darah tidak mengalami penggumpalan yang berakibat lebih fatal.

15. Perikondritis

Perikondritis ialah penyakit telinga akibat terinfeksinya perikondrium (jaringan pelindung tulang rawan daun telinga) oleh bakteri.

Penyakit ini terjadi karena adanya cedera pada daun telinga seperti akibat efek tindik daun telinga, cedera saat beraktifitas, gigitan serangga, dan infeksi pada telinga luar.

16. Pecah Gendang Telinga

Gendang telinga atau membran timpani yang pecah sangat berbahaya bagi indera pendengaran. Jika itu terjadi, maka dapat menimbulkan gejala yang kompleks seperti gangguan pendengaran, telinga berdenging, vertigo, dan keluar cairan dari telinga.

Agar tidak terjadi pencahnya gendang telinga, sebaiknya hindari mengorek telinga terlalu dalam, menghindari sumber suara yang terlalu keras, dan melindungi telinga dari benda asing.

  •  
  •  
  •  
  •  

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *